wisma ar-roman




tempat penyair menyembunyikan kalam
melukis malam dan membungkus ratap cahaya
pada waktu yang semakin kusut dan letih
kini kaca etalase cermin kita pecah
dan tirai yang masai
tertoreh sajak abadi
tentang galau dan air mata
masuklah pada rumah tua
tempat penyair menyimpan kata-kata
di balik tembok sunyi pada kebisuannya
sebab apalah artinya
mengejar bayang-bayang patah
yang tertatih menuju ruang kosong
dan mimpi penyesalan



                                           by:pirtus
                                                @wava strenger

Komentar

  1. masih ingatkah kalian saat kita bersendagurau menipu malam dgn celoteh-celoteh yg kini tinggal kenangan

    BalasHapus
  2. jiwanya bukanlah jiwaku
    raganya bukn pula ragaku
    aku dan dia beda
    tpi aku bisa rasakannya
    dia yg slama ini mnjagaku
    aku dan dia satu
    menyatu dlm kisah
    entah sampai kpn ku bersamanya
    saling bercerita dlm selimut jiwa.
    tapi kini entah kemana...

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mutiara.....

Esensi Padi..... Pahamkanlah, hati...