Berpikir dengan hati kecil.....
Berpikir dgn akal sehat itu lebih utama dan lebih agung pahalanya dari berpikir dgn akal yg sakit,oleh karena dosa yang menjauhkannya dari rahmat Allah.krn rahmat Allah itu dekat dgn orang yang beriman,sesuai dgn firman Allah,”Sesungguhnya Allah dekat dgn orang-orang yg berbuat baik(org beriman).
Demikian juga ketaatan kpd Allah bukanlah suatu amal yg harus dipamerkan atau semisalnya, krn ketaatan adalah hiasan jiwa yg bertahtakan ketulusan didalamnya. Dan ketaatan itu sendiri belum menjadi jaminan seseorang masuk surga.
Pada dasarnya,ketaatan adalah suatu karunia yg sangat mahal harganya bagi hamba Allah yg perlu mendapatkan penjagaan terus menerus sepanjang hayatnya. Setiap karunia yg menjadi anugrah Allah, berupa apapun,terutama jiwa yg taat ,adalah merupakan hidayah dariNya(Allah).
Meyakini bahwa iman dan ketaatan seorang hamba kpd Khaliqnya adalah hidayah Allah, maka seorang hamba arif akan memberikan bobot jiwanya ,serta menghindarkan dari dirinya kedengkian,kesombongan,demikian jua kebanggaan. Sebab sifat” trsbt akan memberikan kesempatan kpd iblis mendapat tempat dalam ruan jiwa kita.Hal ini sangat berbahaya.
Keimanan kpd Allah sebagai penangkal bagi orang mukmin yg arif,adalah perisai yg paling ampuh dan senjata yg paling tajam, berhadapan dgn musuh Allah dan musuh orang beriman,yakni iblis. Hanya dgn iman Islam yg telah dipilih oleh Allah yg akan mampu memberi kekuatan. Hamba Allah yg mempergunakan Islam sbg senjata melawan iblis itulah yg akan mendapat kemenangan dan dpt merasakan kasih sayangNya.
Ketahuilah bahwasannya berpegang teguh pada keutamaan dan kemuliaan lebih diperlukan daripada berpegang kpd perbuatan yg bertentangan dgn peraturan Islam,satu amal yg tercela. Adapun perbuatan tercela itu datang melintasi jiwa, disebabkan jiwa kita minim tentan pengetahuan tentang kebenaran dan kemuliaan. Sedangkan memenuhi jiwa kita dgn ajaran” Islam adalah wajib,agar kita terhindar dari pengaruh ajaran dan pemikiran diluar Islam.
Orang yg membanggakan amal dan ibadahnya, berarti menyandarkan dirinya pada amal ibadahnya_sedang hal itu tdk diperkenankan dlm syariat Islam. Semua amal ibadah hanyalah disandarkan kpd ALLAH. Krn setiap hamba Allah dalam ibadah dan amal adalah krn Allah semata.
Selain itu,hamba Allah yg beribadah dan beramal, adalah mencari rahmat dan karuniaNya_mencari ridhoNya, sementara yg mempunyai rahmat dan keridhoan itu hanyalah Allah. Disebutkan dlm Al Quranul Karim :” Dengan rahmat dan karunia Allah jualah hendaknya kamu bergembira karenanya. Sebab karunia dan rahmat Allah itu lebih baik drpd apa yg mereka kumpulkan.”(QS.Yunus 58)
Barakallahu 💚
Komentar
Posting Komentar