Jamu...Jamu...

Jangan hanya ambil manisnya, lalu pahitnya kau abaikan. Apa kau tdk bayangkan gimana rasanya Si pahit klo diabaikan.? Hehe.. Pahitnya jamu, pahitnya obat tapi dia menyehatkanmu. Sakit itu tidak akan hilang kalau kamu ga berani menelan yg pahit itu bukan? Jadi, telanlah... Permasalahan hidup pahit, ya jalani saja.. karena , ga ada pahit tanpa ada rasa manis. Ga ada kesempitan yang ga dibarengi jalan keluar, ga ada.. 
A wise itu penting utk menyikapi kesempitan ketika Allah hadirkan padamu. Positif thinking itu harus. Baik sangka sama Allah itu memang harus. Dengan begitu, jalanmu kian terarahkan dengan indah karena sikapmu yang indah. Namun ...jika kau tidak bersedia meniti jalan itu dengan keindahan, maka jangan berharap sesuatu yang ga ada benihnya kamu tanam di hatimu.

Sahabat Cinta...
Hati itu.. tak sepahit empedu meski ia berdekatan..namun ketika pemiliknya mampu menjaga dirinya, ia tak kan terkontaminasi. :D Maka jaga dengan baik, jalani dengan baik, maka semua juga akan baik- baik saja. 

Jangan menjadi seperti orang yang ga memiliki iman.. ketika diuji dengan kepahitan... suruh nelen, malah dimuntahkan. Apakah kita akan berlaku ga sopan dihadapan Tuhan?
Sementara ketaatan sudah pasti dijamin kebaikannya oleh Dia (Allah ta'ala).

So, apapun yg terjadi.. Allahu Allah,begitu indah skenarioNya. Jadi teteplah istiqomah dalam kebaikan , dalam ketaatan, dalam mengamalkan sifat keindahan, karna tidak lain selain dirimu yang akan menuai dari apa yang kamu tanam.

Sarinya jamu pahit yang kamu telan, ga akan dirasakan oleh orang lain kecuali orang yang meminumnya/ menelannya.. Bukankah begitu, Sahabat Cinta?

@Surat.Cinta.dari.Yang.Maha.Cinta @adeatasolikhah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mutiara.....

Esensi Padi..... Pahamkanlah, hati...