Postingan

Mutiara.....

Salah satu tulisan yang sangat mengesankan ditulis oleh Syekh Thanthawi (Grand Syeikh Al Azhar Assyarif): كُلُّنَا اَشْخَاصٌ عَادِيٌّ فِى نَظْرِ مَنْ لاَ يَعْرِفُنَا Kita semua adalah orang biasa dalam pandangan orang-orang yg tidak mengenal kita.. وَكُلُّنَا اَشْخَاصٌ رَائِعُوْنَ فِى نَظْرِ مَنْ يَفْهَمُنَا Kita adalah orang yang menarik di mata orang yang memahami kita.. ، وَكُلُّنَا اَشْخَاصٌ مُمَيِّزُوْنَ فِى نَظْرِ مَنْ يُحِبُّنَا Kita istimewa dalam penglihatan orang - orang yang mencintai kita.. وَكُلُّنَا اَشْخَاصٌ مَغْرُوْرُوْنَ فِى نَظْرِ مَنْ يَحْسُدُنَا Kita adalah pribadi yg menjengkelkan bagi orang yang penuh kedengkian.. ، وَكُلُّنَا اَشْخَاصٌ سَيِّئُوْنَ فِى نَظْرِ مَنْ يَحْقِدُ عَلَيْنَا Kita adalah orang-orang jahat di dalam tatapan orang - orang yang iri...  ، لِكُلِّ شَخْصٍ نَظْرَتُهُ، فَلاَ تَتْعَبْ نَفْسَكَ لِتُحْسِنَ عِنْدَ الآخَرِيْنَ Pada akhirnya, setiap orang memiliki pandangannya masing masing, maka tak usah berlelah lelah agar tampak ...

Mutiara.....

Salah satu tulisan yang sangat mengesankan ditulis oleh Syekh Thanthawi (Grand Syeikh Al Azhar Assyarif): كُلُّنَا اَشْخَاصٌ عَادِيٌّ فِى نَظْرِ مَنْ لاَ يَعْرِفُنَا Kita semua adalah orang biasa dalam pandangan orang-orang yg tidak mengenal kita.. وَكُلُّنَا اَشْخَاصٌ رَائِعُوْنَ فِى نَظْرِ مَنْ يَفْهَمُنَا Kita adalah orang yang menarik di mata orang yang memahami kita.. ، وَكُلُّنَا اَشْخَاصٌ مُمَيِّزُوْنَ فِى نَظْرِ مَنْ يُحِبُّنَا Kita istimewa dalam penglihatan orang - orang yang mencintai kita.. وَكُلُّنَا اَشْخَاصٌ مَغْرُوْرُوْنَ فِى نَظْرِ مَنْ يَحْسُدُنَا Kita adalah pribadi yg menjengkelkan bagi orang yang penuh kedengkian.. ، وَكُلُّنَا اَشْخَاصٌ سَيِّئُوْنَ فِى نَظْرِ مَنْ يَحْقِدُ عَلَيْنَا Kita adalah orang-orang jahat di dalam tatapan orang - orang yang iri...  ، لِكُلِّ شَخْصٍ نَظْرَتُهُ، فَلاَ تَتْعَبْ نَفْسَكَ لِتُحْسِنَ عِنْدَ الآخَرِيْنَ Pada akhirnya, setiap orang memiliki pandangannya masing masing, maka tak usah berlelah lelah agar tampak ...

Dari hati untukmu hati..

Pada suatu waktu, "ia kemudian didatangi satu sosok berwajah buruk, berpakaian jelek yang langsung berkata kepadanya. 'Aku datang mengabarimu tentang kehinaan dan azab yang kekal dari Allah.' Ia pun bertanya, 'Engkau datang dengan wajah penuh keburukan. Siapa engkau?' sosok itu menjawab, 'Aku amal burukmu. Engkau cepat dalam bermaksiat dan lambat dalam mentaatiNya. Allah pun membalasnya dengan keburukan.'Lalu didatangkanlah seorang malaikat yang buta, tuli dan bisu untuknya dengan menggenggam sebuah odam, palu yang seandainya dihantamkan ke gunung maka akan langsung lebur menjadi debu. Dengan pali inilah malaikat tadi memukulnya sampai menjadi debu, lalu Allah mengembalikan jasadnya seperti semula, lalu malaikat memukulnya lagi dan begitu eterusnya. Ia berteriak kesakitan yang terdengar semua makhluk Allah selain jin dan manusia. Al-Barra bin Azib berkata,: "Lalu dibukakan pintu neraka dan digelarkan untuknya alas tidur dari api neraka" Na'...

Soal Ujian.. Hati..

Gambar
Allah tau sesakit apa yg kau rasa dlm dirimu, tp Allah menghendaki itu terjadi padamu agar engkau mengambil hikmahnya, pelajarannya..Beninglah hati .. 💧 Saringlah kotoran- kotoran yg akan menghinggapi hatimu. Terlebih buruk Sangkamu pada Allah ta'ala atau orang lain, jangan .. Jangan kau biarkan udara dengan leluasa menguasai ruang dalam hatimu. Karena engkau hamba Allah, bukan hambanya hawa nafsu. Hmm, yaa .. Bukankah kelak dihari akhir hawa nafsu hanya akan membuatmu tersiksa, bahkan tidak hanya di akhirat, bisa jadi duniamu pun bisa ikut seret jalannya, butdk pikiran dan hatinya, nah itu .. Namanya menyusahkan diri sendiri. Sebab apa? Sebab ngikutin hawa nafsu.  Duhai hati, ilmunya kehidupan itu sama seperti halnya kita belajar ilmu di sekolahan. Allah mengutus Baginda Rasulullah shollallahu 'alaihi wassalam lalu mewahyukan Al Qur'an sebagai pedoman kita. Materinya ada, bocorannya juga ada buat kita pas ngejalanin suatu tes harus bagaimana.  Jadi .. Jangan risau...

Mengapa Harus Menggunakan Akal, Fikir dan Qolbu??

Gambar
Akal berasal dari bahasa arab, asal kata ‘aqala- ya’qilu, yang memiliki makna mengikat. Berfikir, berasal dari bahasa arab fa-ka-ra dengan arti berfikir. Dan kata fakara berasal dari kata faraka (melalui taqallubat) yang bermakna antara lain; menggosok, menumbuk, mengorek, menyikat. Kesemua makna itu menunjuk pada makna “mengolah” sesuatu.. Duhai jiwa, pergunakanlah akalmu sebagai pengikat buku- buku ilmu dalam memori otakmu. Sebagai pemilik buku- buku tersebut, janganlah sampai engkau dipermalukan oleh orang lain ketika engkau ditanya apakah isi dari buku- bukumu itu dan kau hanya terdiam karena ketidaktahuanmu. Maka bukalah buku- buku ilmu tersebut dan koreklah apa isi didalamnya.    Jika kau bertanya “Mengapa aku harus melakukannya (mengikat ilmu dan mempelajari isinya) ?” Kau tau kenapa? Karena An- nafs terbentuk dalam diri seseorang melalui pengalaman *kerja akal dengan   indranya(as sam’u) serta pikir dengan analisanya (al b...

Isinya isi... Sebuah Kesilapan...

Gambar
Kesalahan itu siapapun bisa jadi pernah mengalaminya. Entah itu ia sengaja atau tidak, namun fakta dari keduanya sama- sama tidak diharapkan oleh pelakunya. Apalagi jika kesalahan itu karena ketidaksengajaan. Sayangnya tidak semua orang mengerti bagaimana jalan yang ditempuh oleh seseorang sehingga ia melakukan kesalahan. Kebanyakan emosi lebih dulu meledak tanpa analisa. Kebanyakan tekanan itu mempersempit hati untuk proses berpikirnya. Yaa..Situasi dan kondisi terkadang memang tidak memungkinkan untuk kita berkata panjang lebar, dan hanya bisa memahami itu dengan sepucuk senyum. Hmm .. Cukup tau seperti apa dan bagaimana orang yang kita hadapi, itu saja. Kesalahan jika ditanggapi dengan sikap yg kurang bijak hanya akan berlanjut pada kesalahan lain, prasangka lain .. Dan kau, jangan mengikutinya. Berpikirlah dengan hati kecil, duhai hati .. Sebelum engkau melangkahkan kaki dan mencaci. Pahamilah bahwa kesalahan itu memberikan ilmu baru meski sebelumya kerugian menimpa kita. Tapi...

Esensi Padi..... Pahamkanlah, hati...

Padi ..ia tumbuh, berbunga, dan berisi bukan tanpa uji ... Ada banyak hama yg menyerangnya. Nmun ketika hama itu menyerang, sang pemilik / pemelihara, dgn segala kebaikannya memberikan pupuk agar kita menyerapnya dgn baik sehingga memiliki kekebalan tubuh yg kuat dan tidak mudah terserang hama penyakit. Namun terkadang tdk semua padi dpt menyerap dgn baik pupuk yg diberikan oleh sang pemelihara yg jelas "memiliki tujuan baik terhadap dirinya sehingga timbullah penyakit dlm dirinya. Dia yg dpt menyerap pupuk dr sang pemelihara dgn baik, Dialah ibarat diri engkau yg dpt menyerap ilmu "nya Sang Pemilik / Pemelihara (Allah) maka nampaklah kebaikan didirinya secara lahir sbg seorang yg tetap tawadhu, rendah hati sehingga dpt memberikan kemanfaatan utk orang lain . Karena saat menghadapi ujian, dia mengingat dgn baik bahwa, sudah ada teori yg ia terima dari pemilik atas dirinya (yaitu Allah). Begitu juga nampak pada diri sang padi yg tidak dpt menyerap pupuk dgn baik. Betapa k...